Studi Investor Global

Investasi lebih diprioritaskan dibanding properti dan tabungan

Sebuah penelitian baru mengungkap bahwa para investor lebih memprioritaskan investasi dibandingkan menabung, belanja, ataupun membayar hutang.

01/11/2017

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa para investor lebih memprioritaskan investasi dibandingkan membeli properti, membayar hutang, atau menyimpan uang mereka di rekening tabungan.

 23% dari investor, ketika ditanya mengenai rencana atas penghasilan mereka setahun kedepan yang bisa disisihkan, menyatakan bahwa berinvestasi di pasar modal merupakan prioritas utama Hanya 13% yang menyatakan membeli dan berinvestasi  di sektor properti sebagai prioritas utama, sedangkan 9% ingin membayar hutang.

Studi Investor Global (GIS) Schroders 2017, yang menyurvei lebih dari 22.000  investor dari seluruh dunia, menemukan bahwa kecenderungan paling tinggi untuk berinvestasi di pasar modal terdapat di Asia dan paling rendah di Amerika dan Eropa.

Dengan mempertimbangkan penghasilan Anda yang bisa disishkan, apa satu prioritas utama Anda untuk tahun depan?...

 

Secara global, 16% responden menyatakan menabung di rekening bank adalah prioritas utama mereka.

Sheila Nicoll OBE, Kepala Kebijakan Publik di Schroders, mengatakan: “Setiap negara memiliki masalah finansial yang berbeda, namun satu tema yang sama adalah kecenderungan untuk tidak menyisihkan uang yang cukup untuk memastikan masa depan finansial yang aman.

“Karenanya, sungguh menggembirakan bahwa mereka yang telah berinvestasi mulai merasakan keuntungannya dan hampir 40% investor di seluruh dunia menjadikan investasi atau menabung sebagai prioritas di tahun depan. 10% lainnya juga menjadikan dana pensiun sebagai fokus utama mereka. Sebaliknya, hanya 11% yang memprioritaskan pengeluaran untuk barang mewah.

“Jika orang-orang bias rutin menabung dan berinvestasi, pada akhirnya mereka akan lebih mudah mewujudkan target finansial.”

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa 13% responden memprioritaskan pembelian atau investasi di properti. Angka ini secara umum sama di berbagai benua. Di antara generasi milenial, 16% menjadikan properti sebagai prioritas utama mereka, dibandingkan generasi-generasi sebelumnya yang hanya 11%.

Dalam hal hutang, terdapat perbedaan yang lebih besar antar responden dari benua yang berbeda Di Amerika, 11% memprioritaskan pembayaran hutang (termasuk hipotek) dibandingkan 9% di Eropa dan 5% di Asia.

Kecenderungan untuk memprioritaskan investasi menunjukkan variasi geografis yang lebih besar lagi.

Siapa yang memprioritaskan investasi?

Masyarakat di Asia memiliki kecenderungan paling tinggi untuk berinvestasi di pasar:

• 32% memprioritaskan investasi, dibandingkan dengan 20% masyarakat Eropa dan 19% investor di Amerika.

Pola ini juga tercermin dalam hasil untuk negara.

Tabel di bawah menunjukkan negara yang warganya memiliki kecenderungan tertinggi untuk berinvestasi sebagai prioritas utama di tahun depan. Negara-negara di kawasan Asia masuk dalam golongan teratas. Sebaliknya, negara-negara di Barat terkumpul di bagian bawah, terlepas dari masuknya Korea Selatan yang patut diperhatikan di bagian bawah tabel.

Negara tempat investasi pendapatan yang siap dibelanjakan menjadi prioritas …dan negara tempat investasi tidak diprioritaskan…

 

Di Eropa, komitmen tertinggi untuk investasi terdapat di Swedia (29%) yang diikuti oleh Italia (26%) dan Portugal (23%).

Dalam hal memprioritaskan utang, Kanada berada di posisi atas secara global (18%), diikuti oleh Afrika Selatan (17%), Belanda (16%), dan Australia (14%). Para investor di Tiongkok memiliki kemungkinan paling rendah untuk mempertimbangkan pelunasan utang, yaitu hanya 2% yang menyatakan hal tersebut penting.

• Lihat hasil lengkap dari Studi Investor Global Schroders 2017 [hyperlink]

Pengeluaran untuk barang mewah yang mahal menjadi hal yang paling penting di Austria, dengan 21% responden menyatakan hal tersebut sebagai prioritas utama. Australia dan Inggris sama-sama menempati posisi kedua untuk kategori ini, dengan 17% responden yang memprioritaskan pengeluaran untuk barang mewah. Hal ini dianggap paling tidak penting di Taiwan dan Indonesia, dengan hanya 2% dan 4% responden menjadikannya kepentingan utama.

Menabung tetap menjadi pilihan populer

Dengan suku bunga yang sangat rendah di sebagian besar negara maju, dan inflasi yang merangkak naik, penelitian ini menemukan tingkat kesetiaan yang mengejutkan terhadap rekening tabungan. Dengan menyimpan uang tunai di rekening bank, penabung seringkali kehilangan uang dalam arti sesungguhnya.

Komitmen untuk menabung paling tinggi ada di Portugal (29%) dan Rusia (24%).

Kami juga membandingkan angka ini untuk setiap negara dengan perencanaan proporsi untuk berinvestasi di pasar. Terlepas dari riwayat pendapatan lebih tinggi yang ditawarkan oleh investasi, para investor di banyak negara menganggap rekening tabungan sebagai sarana terbaik untuk uang simpanan mereka di tahun depan.

Menabung lebih populer di Portugal, dengan perbandingan 29% versus 23% untuk investasi, di Rusia, 24% dibanding 18%, dan juga di Prancis (21% versus 16%).

Di Asia, warga Korea Selatan juga memilih untuk menyimpan uang di bank, dengan perbandingan 19% vs. 12%. Bahkan di AS, yang memiliki budaya investasi kuat, perbandingannya adalah 16% versus 17%.

Prioritas antara menabung vs. berinvestasi

  

Sumber: Studi Investor Global Schroders 2017

Informasi penting: Schroders menugaskan Research Plus Ltd untuk melakukan, antara 1 Maret dan 30 Juni 2017, studi online independen terhadap 22.100 investor di 30 negara di seluruh dunia, yang meliputi Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Belanda, Spanyol, Inggris, dan AS. Riset ini mendefinisikan ‘investor’ sebagai orang-orang yang akan menginvestasikan paling sedikit €10.000 (atau setara) di dalam 12 bulan ke depan dan telah membuat perubahan pada investasi mereka dalam sepuluh tahun terakhir. Orang-orang ini mewakili pandangan investor di masing-masing negara yang diikutsertakan dalam studi.